PREMAN DAN KYAI
Pada suatu hari ada 2 orang preman sedang mabuk - mabukan dan berjudi di pos kamling.
Daslan : “Haha....... AS 4..!!”
( sambil meneguk mirasnya )
Supri : “AS matamu!! ASnya ada di gue semua.!
( sambil mengeluarkan 4 ASnya )
Daslan : “Ah,,.... Gue gak percaya!! Gue ambil aja uangnya!!
( sambil mengambil uang yang di depannya )
Supri : “Minta mati lo!! Gue yang menang!!
( merebut uang di tangan Daslan )
Daslan : “Gak bisa!! Gue yang menang!!!
( mulai berkelahi )
Tak lama kemudian, datanglah santri dari pesantren Al-adin desa Sukamundur.
Supri : “Apaan tuh?”
Daslan : “Haaa!!! Setan!!!”
Supri : “Itu bukan setan! Itu santri tolol ! Palakin yok !”
Daslan : “Oh,, kirain setan ! Ok.”
(sambil menghampiri anak itu)
Supri : “Mana duit loe !”
Slamet : “Ampun bang, ampun saya tidak punya uang.”
Daslan : “Anak kecil udah berani bohong !”
(sambil merogoh saku santri itu)
Slamet : “Beneran bang, saya tidak punya uang. Saya nggak bohong.”
Supri : “Sarung dan pakaian loe ! mana cepet !”
(sambil menarik sarungnya)
Slamet : “Ampun bang, ampun, ini pakaian satu – satunya.”
Tiba-tiba datanglah seorang kyai dari pesantren Al-adin.
Kyai : “Hei ! Lepaskan anak itu !”
Daslan : “Eh.. ada pak kyai.. ”
Supri : “Takut pak.. takut..”
(sambil tertawa/cengengesan)
Kyai : “Malah ngeles. Kalian lagi - kalian lagi !”
Slamet : “Pak kyai tolong pak, saya mau di telanjangi sama kedua preman itu.. ”
Supri : “Kata siapa pak..., ini lagi dibenerin.. ”
Slamet : “Bohong itu pak, sebenarnya mereka berdua itu mau memalakku tapi karena aku tidak punya uang mereka mengambil pakaianku”
(Berlari menuju pak kyai)
Kyai : “Tenang saja met, saya lebih percaya kepadamu, daripada Supri !”
Slamet : “Terimakasih pak”
Kyai : “Kalian ! jam segini nggak sembahyang malah mabuk-mabukan ! malak lagi ! Kalian harus menggunakan waktu untuk melakukan hal positif”
Daslan : “Hadah...mulai ceramah nih Pri..”
(sambil menutup telinganya)
Supri : “Iya nih lan, saya nggak mau dengar ah!”
(sambil menutup matanya)
Daslan : “tolol ! Salah kamu pri ! Yg ditutup telinga! Bukan mata..”
(Sambil membenarkan tangan Supri)
Kyai : “Tertera di Alqur’an bahwa orang Islam harus menjauhi hal-hal yang memabukkan dan harus meninggalkan berjudi. Eeee,.... kurang ajar kalian, dicuekin lagi !!”
Satpam : ”Ada apa ini !?”
Kyai : “Kamu ini kemana saja??”
Satpam : “Habis ngisi perut pak.”
Kyai : “Kamu ini kerjanya ngisi perut terus, tapi nggak besar-besar!”
Satpam : “Ya maaf pak, udah dari sana-nya, oh ya, ada apa ini???”
Slamet : “ Pak Satpam, dua preman itu tadi malak saya, mabuk-mabukkan lagi. Untung pak kyai datang jadi saya slamet.
Supri : ”Lan, Kabur yukk...”
Daslan : “Oke broo...”
Slamet : “Pak, premannya kabur!”
Satpam: “eeee.... mau kabur...”
(Sambil menangkap dua preman tersebut dan dibawa ke POLSEK)
Beberapa tahun kemudian kedua preman itu bebas dari penjara dan Supri bertemu dengan pak kyai lagi.
Supri : “Assalamu’alaikum pak kyai !”
Kyai : “wa’alaikumsalam, eh Supri.. udah bebas Pri??”
Supri : “udah pak.. alhamdulilah”
Kyai : “eh, Daslannya mana pri?”
Supri : “Daslannya tadi ke WRR”
Kyai : “Apa, warung remang-remang???!!!”
Supri : “Bukan Pak, tapi warung raja rasa!!!!”
Kyai : “Itu warung siapa ???”
Supri : “Warungnya pak Muklis, mantan satpam yang dulu nangkep saya di poskamling..”
Kyai : “Lha masih apa dia disana??”
Supri : “Pak kyai itu, buat apa tanya-tanya Daslan?”
Kyai : “Cuma mau tau aja”
Supri : “Mau tau aja? atau mau tau banget??!!!”
Kyai : “Kamu dari dulu belum berubah-rubah ya Pri..masih aja ngeles terus..”
Supri : “Pak, ke warungnya pak Muklis yuk..”
Kyai : “ocre..”
Mereka pergi ke warungnya pak muklis dan bertemu Daslan dan Slamet.
Kyai : “Assalamualaikum ...”
Slamet, Daslan, pak muklis : ”Waalaikumsalam..”
Daslan : “Eh, ada pak kyai dan CS saya.. Ada apa pak?”
Kyai : “Nggak ada apa-apa Lan.. Met, kamu kok lagi mijitin Daslan? yang malak kamu dulu?”
Slamet : “Iya pak, satu jam 5 ribu. sekarang kita udah Csan, saling minta maaf..”
Kyai : “Kamu adalah anak yang berhati mulia met. Nah, gini kan enak jadinya, nggak ada pertentangan diantara kita. Enak damai kan? daripada bermusuhan?”
Slamet, Supri, Daslan, Pak muklis : “Betul !”
Slamet : “Pak Muklis !! 5 piring ! ”
Pak muklis : “buat siapa??”
Slamet : “buat semuanya !!!!!”
Akhirnya, Mereka ber-lima makan bersama. Dan perdamaianpun terciptakan di desa Sukamundur tersebut.
keren
BalasHapus